Masyarakat Gantung Tanggap Darurat Banjir

Dusun Baru Desa Gantung, Masyarakat mendirikan dapur umum pasca banjir di Balai Serba Guna Desa Baru Gantung. Mereka menamai Desanya dengan sebutan Desa Tangguh sebab tangguh menghadapi bencana banjir di Desa mereka. Dapur umum ini setidaknya menyediakan 500 porsi makanan pada siang dan malam untuk para korban banjir yang terjadi di Belitung sejak Sabtu lalu.D

Gubernur saat berkunjung ke Dapur Umum Desa Baru ini mengakui penanganan darurat bencana seperti ini seharusnya segera, akan tetapi sampainya kepada masyarakat tetap saja terlambat. Sehingga masyrakat harus turun tangan pertama. “Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Gantung ini yang telah dengan suka rela berhari-hari membantu evakuasi masyrakat dan mengamankan aset.” Ungkapnya.

Dapur umum ini harus diatur pendistribusi makanannya, Kepala Dusun Baru sebagai ketua di dapur umum, diperintah langsung oleh Gubernur untuk mengatur dapur umum dengan baik termasuk menu yang disiapkan. “jangan masak menggunakan santan, selain mudah basi, juga kurang baik untuk pencernaan dalam kondisi seperti ini.” Ungkapnya

“Selain itu, menu disiapkan 3 kali dlaam 1 hari.” Tegas Erzaldi.

Untuk mengapresiasi masyarakat Desa Baru ini, Erzaldi meminta daftar pengurus dapur umum yang bertugas menyiapkan makanan, mulai dari siapa petugas juru masak hingga yang membungkus makanan. Dengan jumlah personil dapur umum tidak lebih dari 30 orang, nama-nama ini akan dibuatkan Surat Keputusan dan diberikan honor perhari 50ribu rupiah oleh gubernur selama dapur umum ini berjalan.

“Saya mohon maaf jika ada tim yang dianggap kurang tanggap, ini karena akses jalan yang sulit ditempuh. Tambah Erzaldi saat berbincang dengan warga di lokasi pasar Gantung.

Ibu hasna wati salah seorang warga yang sebeumnya bertempat tinggal di pinggir sungai Pasar Gantung yang saat ini harus mengungsi ke Balai desa sebab rumah miliknya terendam air saat banjir, selain itu perabotan rumah habis tergenang air. “Ada bantuan dari pemerintah seperti baju, susu dan lainnya.” Ungkap Hasna. Hasna hanya berharap bantuan pemerintah seperti bantuan pada umumnya.

Menaggapi ini, Gubernur ingin para korban banjir disiapkan lokasi pemukiman pengganti untuk masyarakat yang terkena banjir. Diperintahkan olehnya agar didata berapa jumlah anggota keluarga korban, luasan bangunan rumah yg terkena banjir diwacanakan akan diganti dan ditata ulang oleh pemerintah, termasuk bangunan rumah yang lama.

“Jangan terus kita terlena atau lesu karena banjir ini, sabar dan jangan terlalu difikir panjan.” Erzaldi mengajak warga untuk tetap bersabar.

Sumber: Dinas Kominfo Prov. Babel
Penulis: nonadp
Fotografer: nonadp

Share This: