Gubernur : Surplus Listrik 30MW Akan Habis Dalam 1,5 Tahun, Perlu Investasi Kelistrikan Berkelanjutan

PANGKALPINANG – Investasi di bidang kelautan sangat besar dan memerlukan dukungan sumber energi. Tahun ini pemerintah provinsi mulai melakukan pembangunan cold storage di setiap daerah tempat pelelangan ikan (TPI). Pembangunan cold storage, khusus untuk pulau kecil seperti Pulau Celagen dan Seliu.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, surplus listrik sebesar 30 MW akan habis dalam jangka waktu 1,5 tahun. Untuk mempercepat dan meningkatkan produktivitas masyarakat Bangka Belitung, tentunya harus didukung dengan investasi kelistrikan yang berkelanjutan.

Tahun 2018 segera dibangun PLTG di Muntok berkapasitas 1×100 MW dan 4×25 MW masih di Bangka. Ia menambahkan, ini dapat meyakinkan pemerintah provinsi untuk mengundang investor membangun Bangka Belitung. Tentunya investor tertarik dan mempunyai keinginan tinggi berinvestasi jika kondisi kelistrikan suatu daerah sudah bagus.

“Saya yakinkan, investasi ke depan sangat luar biasa. Kita minta dukungan, khususnya PLN. Karena setiap investor datang pasti menanyakan listrik,” kata Gubernur saat Peresmian SUTT 150 kV Pangkalpinang-Kota dan Pangkalpinang-Kelapa, GI Koba dan Kelapa, Penggunaan Seratus Persen Listrik Pintar dan Energizing Pulau Nangka, di Gardu Induk Kampak, Selasa (20/6/2017).

Selanjutnya investor bertanya mengenai lahan. Gubernur melanjutkan, investor juga menanyakan mengenai upah minimum regional. Namun ketika listrik sudah surplus, juga diperhatikan kontinuitas pasokan listrik. Sebab beberapa minggu belakangan ini, di daerah Kelapa masih sering terjadi pemadaman aliran listrik.

Intinya, tegas Gubernur, ketika menyampaikan listrik surplus harus didukung dengan kinerja PLN. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan kemajuan pengembangan kelistrikan di Bangka Belitung. Jika ada persoalan muncul langsung segera diselesaikan, kecuali bertentangan dengan undang-undang.

Sementara GM PLN Babel Susiana Mutia mengatakan, PLN masih mengerjakan pembangunan saluran transmisi 150 kV Kelapa-Muntok kemudian Koba-Toboali. Selanjunya saluran ini menjadi satu sistem ketenagalistrikan. Sementara di Belitung akan melanjutkan pembangunan saluran transmisi 70 kV Dukong-Manggar.

PLN Wilayah Bangka Belitung sudah menyelesaikan program penggunaan seratus persen listrik pra bayar. Ia menambahkan, program ini merupakan salah satu program unggulan PLN dan manfaatnya bisa dirasakan tidak hanya oleh pelanggan. Sebab bisa dirasakan pemerintah daerah setempat. Pelanggan dibantu terhindar dari biaya keterlambatan dan terhindar dari pemutusan.

“Manfaat bagi pemerintah daerah, pendapatan asli daerah melalui pajak penerangan jalan umum lebih cepat, karena tidak ada pelanggan menunda pembayaran rekening listrik. Mengenai program PLN untuk PLTD tersebar, total kapasitas wilayah Bangka Belitung 22,1 MW. Tanggal 11 Juni lalu, di bulan Ramadan ini kita menyalakan listrik di Pulau Nangka,” jelasnya.

Sumber: Dinas Kominfo prov. babel
Penulis: Rizky/Huzari
Fotografer: Rizky

Share This: