Kemenpar Gelar Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata di Belitung

sertifikasi-kompetensi-tenaga-kerja-pariwista-belitungTanjungpandan, Sebanyak 113 Tenaga Kerja Kepariwisataan Belitung mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi Kerja Sektor Pariwisata Bidang Kepemanduan Wisata dan Travel Konsultan. Kegiatan sertifikasi berlangsung selama dua hari, yakni mulai tanggal 27 s.d 28 Maret bertempat di Hotel Bahamas Tanjungpandan.

Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan, Flora Sintanauli, saat membacakan sambutan Deputi Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan mengatakan, saat ini jumlah tenaga kerja pariwisata baik secara langsung maupun  tidak langsung menurut NESPARNAS adalah 10.177.000 tenaga kerja, tenaga kerja langsung sebesar 4.755.890 orang dan tenaga kerja yang sudah di sertifikasi kompetensi sampai dengan tahun 2016 adalah 174.020, masih sangat jauh dari target. Khusus tahun 2017 ini, Kementerian Pariwisata memiliki target sertifikasi  65.000 orang yang terdiri dari asesi industri maupun Sekolah/Pendidikan Tinggi.

Menurutnya pemberlakuan wajib bersertifikat kompetensi kerja pariwisata merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja pariwisata Indonesia dalam menghadapi MEA. Pemerintah akan terus mendorong usaha  percepatan program fasilitasi pelaksanaan uji kompetensi, khususnya bidang hotel dan restoran di 3 great area, yakni; Jakarta, Bali dan Batam.

’’Khusus untuk wilayah Provinsi Belitung, Kementerian Pariwisata merencanakan  untuk memberikan fasilitasi uji kompetensi sebanyak 450 orang yang terdiri dari 100 asesi bidang hotel dan restoran, 100 asesi bidang biro perjalanan wisata, 50 orang bidang MICE, dan 200 orang bidang pemandu wisata.’’, jelas Flora.

Harapannya semua pemangku kepentingan dalam industri pariwisata mau bersinergi untuk kemajuan pariwisata Indonesia, dimana sumber daya manusia atau tenaga kerja pariwisata Indonesia yang qualified merupakan ujung tombak dalam industri pariwisata.

Sementara Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda., Drs. H. Jasagung Hariyadi, M.Si saat membacakan sambutan Bupati Belitung, mengatakan sistem sertifikasi kompetensi dapat digunakan sebagai sarana untuk mengurangi tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, dan sekaligus juga dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan penghargaan perusahaan  pada  tenaga  kerja dengan kualifikasi  kompetensi  tertentu.

Disamping itu, sistem sertifikasi kompetensi dapat digunakan sebagai acuan dalam kebijakan pengembangan kompetensi tenaga kerja dan sebagai pertimbangan dalam penyusunan rencana strategis pengembangan dunia usaha di Indonesia.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Belitung sangat menghargai dan mendukung segala upaya yang telah dilakukan oleh semua  pihak untuk mengembangkan model dan proses  sertifikasi. Kelembagaan juga terus didorong untuk menggunakan standar sertifikasi dengan masukan-masukan dari perusahaan, untuk menjamin berjalannya link and match, sehingga proses pengembangan kompetensi kerja dapat optimal pemanfaatannya di lingkungan kerja.

’’Kepada peserta, diharapkan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama, dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan sertifikasi, kinerja saudara-saudara dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pengembangan sistem kompetensi profesi nasional’’, kata Jasagung.

Kegiatan sertifikasi ini difasilitasi kementrian pariwisata dan dilaksanakan oleh LSP Pramindo dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi pelaku wisata di Negeri Laskar Pelangi untuk profesional dan kompeten dalam melaksanakan profesinya.

Turut hadir dalam acara pembukaan, Direktur LSP Pramindo, Sri Suryani, Ketua DPC HPI Belitung, Erling Rinanto, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bangka Belitung, Agus Pahlevi, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, para Asesi, para peserta dan undangan lainnya.***dk

Sumber: Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Belitung