Desa Terpadu di Kecamatan Selat Nasik

desa-terpadu-selat-nasikTanjungpandan (Diskominfo).   Program Nawacita menegaskan bahwa Indonesia semestinya dibangun dari pinggiran (desa). Dasar inilah yang membuat pemerintah pusat menggelontorkan dana desa hingga mencapai milyaran rupiah per desa. Namun pembangunan harus dikuatkan dengan perencanaan pembangunan. Dengan perencanaan yang baik anggaran akan sesuai dengan arah kebijakan pembangunan. Hal ini ditegaskan Sekda Kabupaten  Belitung, Karyadi Sahminan, S.E., M.A.P ketika memberi arahan pelaksaan Forum SKPD di Ruang Rapat Bapeda, Senin, 20 Februari 2017

Tujuan Nawacita tidak lain agar desa  menjadi pusat pertumbuhan baru. Bupati pada pembukaan Forum SKPD menyebut 3 desa di Kecamatan Selat Nasik akan masuk dalam program Pengembangan Desa Terpadu meliputi Desa Petaling, Desa Suak dan Selat Nasik. Hingga kini iniasiasi sudah berjalan dengan melibatkan ITB. Bulan September 2016, Kepala Bappeda, Irpani bersama beberapa Direktorat dari Kementerian sudah meninjau 3 desa dimaksud. Fokus dari program ini adalah memetakan potensi desa.

Sebelumnya, IPB telah memetakan potensi wilayah Selat Nasik pada tahun 2012. Hasilnya Selat Nasik memiliki bobot LQ 1,8 untuk lahan persawahan. LQ (Location Quotient) biasa digunakan untuk menilai indek pertumbuhan wilayah. Sayangnya, hal ini terkendala dengan kawasan lindung. “ Rencana ini pernah ada sebelum saya menjabat Camat namun terkendala dengan Hutan Produksi “ ujar Mantan Camat Selat Nasik, Munawir. Selain masalah kawasan lindung, Munawir menyoroti dua kendala yang kerap menghambat pengembangan wilayah di Selat Nasik. Pertama, memang terkait dengan Hutan Produksi yang ada di Suak Gual, Petaling dan Selat Nasik . Kedua, kebutuhan dana pengembangan di Selat Nasik lebih besar dibandingkan kecamatan lain. “ Oleh karena itu dana pembangunan di Selat Nasik (pulau pesisir)  perlu dibedakan  dengan wilayah lain “ ujar Munawir.

Sejumlah rencana diperuntukkan bagi pengembangan Kecamatan Selat Nasik, memtakan potensi kawasan unggulan sektor pertanian namun juga sektor pariwisata. Tahun lalu, Selat Nasik disebut-sebut sebagai salah satu destinasi Wisata Halal menyusul rencana pengembangan Kecamatan Selat Nasik sebagai Kawasan Agro Minapolitan.

Plt Camat Selat Nasik, Febriansyah, SSTP  menyambut baik  rencana tindak Program Nawacita dan berharap  rencana tersebut akan melibatkan masyarakat. Sedangkan untuk menindaklanjuti money follow program yang disebut oleh Bupati, program yang direncakan akan menggali dan mengembangkan potensi yang ada di Selat Nasik menjadi lebih baik. “ Karena potensi yang ada di Selat Nasik luar biasa “ ujar Febriansyah. Febriansyah antusias dengan rencana penglibatan masyarakat dalam pembangunan “ Kami juga melibatkan KIM Mendanau Selat Nasik, KIM Tanjong Lancor Suak Gual, Pokdarwis Desa Gual dan organisasi pemuda Karang Taruna di tiga desa dalam pengelolaan website kecamatan “ pungkas Febriansyah.

Formasi mangrove dengan ketebalan adalah sebagaian dari potensi pesisir yang membutuhkan pengembangan. Begitupun habitat pelanduk relatif terjaga karena didukung kesadaran masyarakat melidungi keberagaman hayati di Pulau Mendanau ini. (fiet)

Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung