Sinergi di Balik “Zamrud Hijau” dari Belitung

tur mangrove petaling detikBelitung – Kabupaten Belitung mulai bergeliat dengan destinasi ekowisatanya. Salah satu yang ditonjolkan adalah hamparan ‘zamrud hijau’ berupa hutan mangrove yang berada di sepanjang kecamatan Selat Nasik

Lokasinya berada di sekitar 20 km dari pusat kota. Untuk menuju ke sana pengunjung harus menempuh perjalanan darat selama 40 menit perjalanan darat plus 80 menit perjalanan laut.

Namun perjalanan panjang tersebut akan dibayar tuntas dengan pemandangan yang menghampar indah.

Di sini, wisatawan akan dimanjakan dengan hamparan hutan mangrove hijau yang terhampar sepanjang beberapa kilometer. Banyak yang membanding-bandingkan keindahan tempat ini dengan sungai Amazon di Brazil. Kalau beruntung, pengunjung dapat melihat hewan liar seperti kera dan biawak.

Ekowisata ini hadir salah satunya berkat kontribusi dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Garuda Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Belitung.

“Kami tidak ingin hanya berorientasi bisnis, tapi juga kemasyarakatan dan lingkungan. Karena pencapaian Garuda tidak bisa dilepaskan dari upaya gubernur dan bupati di daerah. Sebagai perwujudan kami. Program kami lakukan CSR dan program kemitraan bina lingkungan,” ujar Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia, Linggasari Suharso di sela-sela pembukaan kerjasama pengembangan Ekowisata di Selat Nasik, Tanjung Pandan, Belitung, Senin (26/9/2016).

Dukungan Garuda Indonesia tersebut dilakukan melalui sinergi pengelolaan hutan mangrove di Selat Nasik di Belitung bersama pemerintah daerah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat melalui program edukasi terkait pengelolaan mangrove sebagai potensi pariwisata, penanaman dan penyulaman lebih dari 50 ribu bibit mangrove, stock nursery mangrove sebanyak 10 ribu bibit, hingga pemberian fasilitas infrastruktur dan dukungan modal kerja kepada masyarakat setempat.

“Dengan potensi lahan Mangrove di areal Kepulauan Belitung yang mencapai 500 hektar, kami optimis Selat Nasik dapat menjadi destinasi wisata edukasi yang memiliki daya tarik tersendiri. Harapan kami dengan kontribusi Garuda terhadap pengembangan potensi ekowisata konservasi mangrove tersebut dapat mendukung percepatan pengembangan potensi wisata Bangka Belitung sekaligus mendukung peningkatan ekonomi rakyat,” papar Sari.

Senada dengan pernyataan tersebut, Bupati Belitung Sahani Saleh memaparkan bahwa pihaknya berusaha keras untuk memajukan pariwisata. Hal ini dikarenakan akan membantu ekonomi masyarakat secara signifikan.

“Kami akan mengembangkan home stay. Kita sudah bekerja sama dengan berbagai pihak. Target ada 1000 homestay di sini. Nantinya, orang akan berkunjung di selat Nasik bisa tinggal menginap di sini,” ujar Sahani yang hadir di lokasi yang sama.

Sahani mengungkapkan tidak akan membangun hotel agar kemajuan ekonomi berbasis masyarakat bisa berkembang dengan baik.

Semangat pembangunan tersebut juga tak lupa dengan mendekatkan kearifan lokal masyarakat. Sehingga budaya tradisional masyarakat setempat dapat terangkat.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan dua hari. Kegiatan hari pertama ditandai dengan seremonial penanaman mangrove untuk selanjutnya dilanjutkan dengan penyebaran 5000 bibit di sekitar Selat Nasik.
(fjp/fjp)

 

Sumber tulisan dan gambar : Detik News

Share This: