Maras Taun Kecamatan Selat Nasik Tahun 2016

marastaun-selat-nasik-2016Perayaan Maras Taun Kecamatan Selat Nasik Tahun 2016 diselenggarakan di Balai Adat Tanah Timbun pada hari Minggu Tanggal 24 April 2016. Puncak Acara Maras Taun di Kecamatan Selat Nasik berlangsung sangat meriah yang diselenggarakan dari pukul 10.00 WIB pagi hingga pukul 11.00 WIB. Acara diawali saat rombongan bupati tiba di sisi dermaga pintu gerbang utama Desa Selat Nasik disambut dengan atraksi tradisi berbalas pantun, berebut lawang dan pencak silat serta tari penyambutan para tamu undangan untuk mengantarkan menuju Balai Adat Desa Selat Nasik.

Selain Bupati Belitung, turut hadir wakil dan anggota DPRD Kabupaten Belitung, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung beserta staf, direktur RSUD dr. H Marsidi Judono, ketua KNPI, camat Selat Nasik, para kades, ketua BPD, ketua LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat se-Kecamatan Selat Nasik serta para tamu undangan lainnya.

pernikahan-adat-selat-nasik-marastaun-2016

Sebelum memulai ritual maras taun, diawali pentas seni dan budaya perkawinan adat melayu Mendanau dan dilanjutkan pemotongan lepat gede dengan ukuran panjang 1,6 meter dan berat 160 kg, oleh Bupati Belitung Sahani Saleh bersama Camat Selat Nasik Robert Harison, Ketua Panitia Pelaksana Asmadi dan disaksikan tokoh adat dan undangan serta masyarakat Selat Nasik.

lepat-gede-marastaun-selat-nasik-2016

Ketua Panitia Maras Taun Selat Nasik 2016, Asmadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Selat Nasik, pemerintahan desa dan kecamatan serta kabupaten yang sudah membantu yang sudah sukses hingga selesai.

Ungkapan terima kasih disampaikan Robert atas kesuksesan terselenggaranya Maras Taun Selat Nasik 2016. “Alhamdulillah berkat izin Allah serta dukungan semua pihak mulai dari pada Pemerintah Kabupaten Belitung, rekan dinas, tokoh dan masyarakat Selat Nasik.

Bupati Belitung Sahani Saleh dalam sambutannya mengatakan ritual maras taun ini sebagai suatu kreasi positif guna membangun kesadaran kolektif terhadap perlunya upaya pemeliharaan nilai-nilai kearifan luhur yang diaktualisasikan dalam sikap dan prilaku yang kita tunjukkan terhadap alam, lingkungan, bumi dan laut yang diwarisi.

“Semoga acara maras taun ini dapat memberikan inspirasi kepada kita bahwa betap banyak ragam dan jenis kearifan luhur yang memiliki nilai positif. Namun seiring waktu, hal seperti ini seringkali tenggelam dan mulai dilupakan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Sanem, jiwa dan semangat untuk menjaga dan melestarikan adat, seni dan budaya perlu rasanya untuk ditumbuhkembangkan kembali agar adanya keseimbangan terhadap perkembangan zaman yang kian harus terus dilestarikan sebagai upaya peningkatan dan pengembangan geliat dunia pariwisata. Sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus sebagai simbol budaya asli daerah.

Kemudian acara dilanjutkan dengan makan bedulang bersama di balai adat Tanah Timbun dan diakhiri dengan lelang ikan hasil tangkapan para pemenang lomba mancing yang juga salah satu rangkaian acara Maras Tahun Selat Nasik 2016.

makan-bedulang-marastaun-selat-nasik-2016

Perayaan Marastaun sebelumnya didahului dengan kegiatan pameran pembangunan yang dilaksanakan di lokasi tanah timbun Balai Adat Desa Selat Nasik. Kegiatan pameran ini diselenggarakan mulai dari tanggal 20 April 2016 setiap hari mulai dari pukul 10 sampai malam. Pameran ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk lokal yang telah dihasilkan masyarakat dengan menjualnya pada stand-stand desa yang telah disediakan.

Selain itu, Rangkaian acara diisi dengan pentas seni dan hiburan yang penampilan kelompok seni yang ada di Pulau Mendanau. Pengunjung yang datang menghadiri rangkaian kegiatan Marastaun ini tidak hanya dari Pulau Mendanau dan pulau Gersik, juga ramai pengunjung dari daratan Pulau Belitung (Tanjungpandan).