Dua Menteri Saksikan GMT di Tanjung Kelayang

dua-menteri-saksikan-gmt-di-tanjung-kelayang

Tanjung Kelayang –  Momen yang ditunggu-tunggu bukan hanya oleh wisatawan diseluruh dunia namun juga oleh masyarakat Belitung, akhirnya terjadi tepat pada hari Rabu, 9 Maret 2016 dengan puncak Gerhana Total yang terjadi pada Pukul 7.25 WIB.

Sejak dari subuh menjelang Gerhana Matahari terjadi, hampir seluruh area Pendopo yang terletak di Kawasan Pantai Wisata Tanjung Kelayang menjadi ramai dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun Mancanegara, untuk ikut menjadi saksi sejarah menyaksikan fenomena  alam langka yang disebut dengan “Gerhana Matahari Total”.

Selain ramai dikunjungi, pada hari tersebut area Pendopo Tanjung Kelayang  juga diramaikan dengan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Belitung yang dikemas dalam “Festival Gerhana Matahari” yang sudah berlangsung sejak 7 Maret 2016, serta  pelaksanaan sholat kusuf  2 rakaat oleh sejumlah tamu kehormatan yang hadir.

Diantara tamu kehormatan yang hadir, antara lain Menteri Pariwisata Republik Indonesia, DR. Ir. Arief  Yahya, M.Sc. dan  Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan.

Sebelum menyaksikan momen  Gerhana Matahari Total (GMT) yang berlangsung  kurang lebih 2 menit, Menteri Pariwisata, Arief Yahya bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Effendi, S.E., Bupati dan Wakil Bupati Belitung, serta para pejabat undangan VVIP dan masyarakat secara bersama melaksanakan sholat khusuf atau sholat gerhana sebanyak 2 rakaat terlebih dahulu, dengan penuh hikmat seraya mensyukuri anugerah yang Maha Kuasa yakni fenomena GMT.

Menteri Pariwisata RI, Arief  Yahya yang hadir satu hari sebelumnya di Kabupaten Belitung, pada Selasa, (8/03) kembali mengungkapkan komitmennya untuk mengabadikan keunikan fenomena alam GMT  9 Maret 2016,  menjadi  destinasi berkelanjutan yang memiliki sandaran sejarah, arkeologis, astronomi, ilmu pengetahuan dan dukungan publik.

Menpar menitipkan harapan yang besar untuk masyarakat Belitung untuk mensyukuri penetapan Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.

“Tentunya harus disyukuri, sebab yang meminta KEK  ini bukan hanya Belitung tapi ada 550 Kabupaten dan Kota di Indonesia dan hanya 10 Kota yang mendapatkannya , salah satunya adalah Belitung. Oleh sebabnya, jika ada kelemahannya, justru lebih banyak manfaatnya dari pada mudoratnya, contoh tadi Menteri Perhubungan, Pak Jonan datang kesini khusus untuk membuat bandara kita menjadi Bandara Internasional”. Ujar Arief.

Menpar juga mengatakan bahwa nantinya beberapa jalan dilingkar Pulau Belitung juga akan dijadikan Jalan – Jalan Nasional, yang semua tujuan akhirnya untuk mensejahterakan rakyat dan masyarakat Belitung.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Rustam Effendi, S.E. dalam sambutannya menyampaikan hal yang senada dengan Menpar, dengan mengajak masyarakat untuk menyambut KEK Pariwisata secara bersama, sebab banyak manfaat positif yang dihasilkan seperti pembangunan infrastruktur dan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat terhadap pengembangan pariwisata.

“Tidak mudah tentunya masuk kedalam kawasan KEK, sebab harus mengalami proses yang panjang dan banyak tahapan. Mudah mudahan apa yang akan jadi cita- cita masyarakat dan mimpi kita bahwa Propinsi Bangka Belitung khususnya Belitung tidak lagi menggantungkan hidup pada sektor tambang yang dulunya menjadi sektor andalan dan mulai merubah mindset menjadi mindset pariwisata,  agar negeri ini ramah lingkungan dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi rakyat, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, jelas Rustam.

Rustam menambahkan semoga momentum Gerhana Matahari membuka mata semua pihak untuk mengedepankan sektor pariwisata di Belitung, baik di Belitung maupun Belitung Timur.

Diakhir sambutan, Menpar Arief Yahya didampingi oleh artis ternama, Pevita Pears dan Puteri Pariwisata,  secara resmi menutup even  Festival Gerhana Matahari Total 2016 yang dilaksanakan dalam rangka jelang GMT 9 Maret di Pulau Belitung.(FW)

Sumber: Humas Setda Kabupaten Belitung